Bandar Lampung — Ibunda Guru Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza, melantik dan mengukuhkan lima Ibunda Guru Kabupaten sekaligus membuka Konferensi Kerja Provinsi (Konkerprov) II PGRI Provinsi Lampung Masa Bakti XV Tahun 2026 di Auditorium Drs. H. Dailami Zain STKIP PGRI Lampung, Selasa (9/6/2026).
Lima Ibunda Guru Kabupaten yang dikukuhkan yaitu Hj. Nanda Indira Bastian, S.E., M.M. sebagai Ibunda Guru Kabupaten Pesawaran, drg. Meri Farida Hamartoni sebagai Ibunda Guru Kabupaten Lampung Utara, K.M.T. Herlinawati Qudrotul Ikhwan, S.H. sebagai Ibunda Guru Kabupaten Tulang Bawang, Novianti Novriwan, S.P. sebagai Ibunda Guru Kabupaten Tulang Bawang Barat, dan Ayu Asalasiah, S.Ked. sebagai Ibunda Guru Kabupaten Way Kanan.
Dalam sambutannya, Ibunda Guru Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza menegaskan bahwa pengukuhan Ibunda Guru bukan sekadar seremonial maupun pemberian gelar, melainkan amanah besar untuk menjadi pelindung, pengayom, dan pendamping bagi peserta didik maupun tenaga pendidik di seluruh daerah.
“Ini bukan hanya momentum penandatanganan SK atau pemakaian selempang. Hari ini kita menerima amanah yang mulia. Sebagai seorang ibu, kita memiliki tanggung jawab untuk mendampingi, melindungi, dan memberikan kehangatan kepada anak-anak serta para pendidik di daerah masing-masing,” ujarnya.
Menurutnya, peran Ibunda Guru tidak hanya mendukung pendidikan formal, tetapi juga turut membangun karakter, kecerdasan sosial, spiritual, dan intelektual generasi muda. Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi seluruh pihak dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Provinsi Lampung.
Batin Wulan, sapaan akrab Ibunda Guru Provinsi Lampung juga menekankan pentingnya penguatan literasi sebagai fondasi peningkatan mutu pendidikan. Ia mengajak seluruh Ibunda Guru untuk bersinergi dengan berbagai pihak, termasuk perangkat daerah terkait, guna menumbuhkan budaya membaca dan belajar di masyarakat.
“Untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, kita harus memperkuat literasi. Membaca adalah pintu ilmu. Karena itu, Ibunda Guru harus menjadi motor penggerak literasi di kabupaten masing-masing demi meningkatkan mutu pendidikan di Provinsi Lampung,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, Ibunda Guru Provinsi Lampung juga menyambut baik pelaksanaan Konkerprov II PGRI Provinsi Lampung sebagai forum strategis untuk merumuskan berbagai kebijakan dan rekomendasi yang solutif, adaptif, serta relevan dengan tantangan dunia pendidikan saat ini.
Ia menilai perkembangan teknologi, transformasi digital, dan dinamika sosial menuntut dunia pendidikan untuk terus berinovasi. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, PGRI, tenaga pendidik, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci dalam menjawab tantangan tersebut.
Sebagai Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Lampung, Batin Wulan juga menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan keluarga besar PGRI dalam membangun pendidikan dan kesejahteraan keluarga di Lampung.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal PB PGRI, Kadarmanta Baskara Aji, menyampaikan apresiasi atas kinerja organisasi PGRI di Lampung yang dinilai sebagai salah satu yang terbaik di Indonesia, baik dari sisi pembinaan organisasi maupun pengawalan terhadap profesi guru.
“Kami dari PB PGRI terus memantau perkembangan organisasi di seluruh Indonesia. Lampung termasuk yang terbaik dalam pembinaan organisasi PGRI, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Ini layak menjadi contoh bagi daerah lain,” katanya.
Ia juga mengapresiasi kuatnya dukungan pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan terhadap dunia pendidikan di Lampung. Menurutnya, kondisi tersebut turut menciptakan lingkungan yang kondusif bagi guru dalam menjalankan tugasnya.
Kadarmanta menambahkan, PB PGRI terus memperkuat perlindungan hukum bagi guru melalui kerja sama dengan Kepolisian Republik Indonesia dan tengah menjajaki kerja sama serupa dengan Kejaksaan Agung.
“Kami memiliki komitmen kuat untuk melindungi guru. Satu guru tersakiti, semua guru membela. Karena guru adalah garda terdepan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa,” tegasnya.













